Mengenal Sistem Crowdlending di Indonesia: Pengertian, Bentuk, Sistem, dan Kelebihannya

4 min read

Memahami apa itu crowdlending dan jenisnay

Apabila Anda masih asing dengan istilah crowdlending, sistem crowlending adalah sistem pendanaan yang menggunaan platform digital untuk mempertemukan antara investor dan pencari dana yang biasanya merupakan bisnis. Dalam era dimana teknologi memfasilitasi konektivitas global, crowdlending adalah alternatif bagi bisnis yang mencari pendanaan dan juga menawarkan return menarik bagi investor. Karena itu, mari kita menjelajahi lebih dalam konsep crowlending agar kita bisa mendapatkan pemahaman lebih mendalam terkait potensi dari skema crowdlending 

Apa Itu Sistem Crowdlending?

Crowdlending adalah suatu metode pendanaan di mana investor individu atau organisasi memberikan pinjaman dana kepada bisnis melalui platform online. Ini menciptakan suatu ekosistem  baru di mana pemberi pinjaman atau investor dan peminjam dapat saling terhubung melalui suatu platform crowdfunding digital berbasis digital. 

Dalam prosesnya, platform crowdlending bertindak sebagai perantara yang memfasilitasi pertemuan antara investor dan bisnis yang membutuhkan dana untuk pengembangan bisnis mereka. 

Penawaran surat utang kepada publik atau crowdlending ini biasanya dilakukan oleh perusahaan publik ataupun pemerintah, akan tetapi seiring perkembangan sistem investasi di Indonesia penawaran ini bisa dilakukan oleh bisnis maupun UMKM potensial yang membutuhkan dana untuk pengembangan bisnis mereka.

Crowdlending Vs Crowdfunding

Crowdlending dan Crowdfunding adalah dua jenis metode pendanaan yang sering dianggap sama karena menggunakan prinsip yang sama yaitu mengumpulkan dana dari masyarakat umum. Namun, kedua sistem ini memiliki beberapa perbedaan mendasar yang penting untuk kita paham.

Crowdlending bertujuan untuk menyediakan pendanaan kepada UMKM dan individu yang membutuhkan pinjaman untuk keperluan bisnis. Di sisi lain, Crowdfunding adalah bentuk yang lebih general dari sistem penggalangan dana publik sehingga bisa digunakan untuk donasi dan berbagai kepentingan lainnya yang mmebutuhkan penggalangan dana dari publik dan membutuhkan investor atau donatur.

Terkait risiko, crowdlending memiliki risiko gagal bayar dari penerbit atau yang meminjam dana. Dalam crowdfunding, risiko biasanya berkaitan dengan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami perbedaan ini dan memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan mereka.

Jenis-jenis Crowdlending di Indonesia

Bentuk-bentuk crowdlending di Indonesia dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu peer-to-peer lending (P2P lending) dan securities crowdfunding (SCF). P2P lending, sebagai jenis crowdlending yang menghubungkan pemberi pinjaman (lender) secara langsung dengan peminjam (borrower), telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, transaksi P2P lending di Indonesia mencapai puncaknya dengan nilai mencapai Rp 16,4 triliun. Di sisi lain, SCF, meskipun masih dalam tahap perkembangan, menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang.

  1. P2P Lending

P2P lending menjadi pilihan menarik bagi usaha atau proyek yang mengalami kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan tradisional. Kelebihan P2P lending melibatkan akses yang mudah, proses pengajuan pinjaman yang cepat, bunga pinjaman yang kompetitif, dan transparansi yang tinggi. Dengan hanya memerlukan rekening bank dan perangkat elektronik, pemberi pinjaman dapat dengan mudah terlibat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui platform P2P lending.

  1. Securities Crowdfunding (SCF)

SCF, di sisi lain, mempertemukan penerbit, baik itu perusahaan atau proyek yang membutuhkan pendanaan, dengan investor. Meskipun masih dalam tahap perkembangan, SCF menjanjikan alternatif pendanaan menarik bagi entitas yang memiliki prospek bisnis yang baik. Kelebihan SCF termasuk memiliki regulasi yang jelas, potensi keuntungan yang tinggi, dan risiko yang terukur. Dengan regulasi yang lebih terdefinisi, SCF dapat memberikan kepercayaan lebih kepada para investor yang mencari peluang investasi yang terstruktur dan terukur.

Pemilihan antara P2P lending dan SCF haruslah sesuai dengan kebutuhan dan profil usaha atau proyek yang membutuhkan pendanaan. P2P lending lebih cocok untuk individu atau bisnis kecil yang membutuhkan pendanaan dengan proses yang cepat dan mudah diakses. Sementara itu, SCF lebih relevan bagi perusahaan atau proyek yang memiliki proyeksi pertumbuhan yang menjanjikan dan mampu mengelola risiko dengan bijak. 

Berbagai jenis dan bentuk  crowdlending di Indonesia memiliki peluang keuntungan bagi investor dan sekaligus membuat peluang pendanaan bagi bisnis-bisnis potensial yang kesulitan mengakses modal. P2P lending dan SCF masing-masing memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai entitas di berbagai tingkatan. Dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang semakin matang, masa depan crowdlending di Indonesia tampak cerah. 

Bagi yang tertarik, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut, memahami risiko yang terlibat, dan memilih platform crowdlending yang dapat dipercaya agar proses investasi anda dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. 

Perkembangan Sistem Crowdlending di Indonesia

Sistem crowdlending di Indonesia berjalan dengan aturan ketat yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan dua peraturan utama sebagai panduan, sistem ini memperlihatkan bahwa inovasi keuangan ini berjalan dengan aturan yang jelas sehingga sistem investasi ini lebih aman:

Peraturan OJK Nomor 77/POJK01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi

Peraturan ini bukan hanya sekadar aturan; ini adalah pedoman yang membimbing perjalanan peer-to-peer lending (P2P lending). Dalam terangnya regulasi ini, para pemberi pinjaman hanya dapat memberikan dukungan kepada para peminjam yang telah terdaftar dan mendapat pengawasan langsung dari OJK. Namun, tidak hanya itu, para pemberi pinjaman juga diharapkan untuk memahami risiko yang mungkin muncul saat mereka memberikan pinjaman melalui platform P2P lending.

Peraturan OJK Nomor 57/POJK04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi

Bagi yang tertarik pada securities crowdfunding (SCF), Peraturan OJK Nomor 57/POJK04/2020 menjadi panduan utama. Dalam kerangka peraturan ini, penyelenggara SCF wajib mendaftar dan mendapat pengawasan ketat dari OJK. Demikian pula, penerbit juga harus berada di bawah sorotan OJK jika efek yang mereka tawarkan melalui platform SCF bersifat ekuitas atau utang.

Kelebihan Sistem Crowdlending

Crowdlending tidak hanya sekadar metode pendanaan alternatif; ia membawa sejumlah kelebihan yang membuatnya semakin menarik bagi berbagai kalangan. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari sistem crowdlending:

  1. Mudah diakses oleh siapa saja:

Crowdlending menawarkan inklusivitas finansial yang luar biasa. Tanpa melihat latar belakang pendidikan atau pekerjaan, siapa pun dapat menjadi pemberi pinjaman. Hanya dengan memiliki rekening bank dan perangkat elektronik, seseorang dapat membuka pintu menuju dunia crowdlending dan turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

  1. Proses pengajuan pinjaman yang cepat:

Kesederhanaan dan kecepatan proses merupakan keunggulan signifikan dalam crowdlending. Pengajuan pinjaman dapat dilakukan dengan mudah melalui platform online, memotong waktu yang biasanya dibutuhkan dalam pengajuan pinjaman konvensional. Hal ini memberikan kenyamanan bagi peminjam yang membutuhkan dana dengan cepat.

  1. Bunga pinjaman yang kompetitif:

Persaingan yang sehat di antara para pemberi pinjaman pada platform crowdlending menciptakan situasi di mana tingkat bunga pinjaman menjadi lebih kompetitif. Lender bersaing untuk menawarkan tingkat bunga yang lebih rendah, memberikan keuntungan bagi peminjam dengan biaya pinjaman yang lebih terjangkau.

  1. Transparan:

Transparansi adalah kunci dalam dunia crowdlending. Platform-platform ini cenderung menyediakan informasi yang lengkap dan transparan tentang peminjam, termasuk profil, proyek yang didanai, dan risiko yang terkait. Ini memberikan kepercayaan kepada para pemberi pinjaman untuk membuat keputusan yang informasional dan mendukung proyek yang sesuai dengan nilai dan tujuan mereka.

Kelebihan-kelebihan ini menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem crowdlending. Dengan teknologi sebagai pendorong utama, crowdlending bukan hanya sekadar metode pendanaan, tetapi juga perwujudan dari inklusivitas dan kesempatan yang merata dalam dunia keuangan.

Penutup: Mendorong Investasi yang Berkelanjutan di EKUID

Crowdlending, sebagai metode pendanaan yang berkembang pesat di Indonesia, menawarkan peluang berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan bagi bisnis dan investor. Didukung oleh kemajuan teknologi informasi, permintaan pendanaan yang terus meningkat, dan regulasi yang semakin jelas, crowdlending menjadi pilihan menarik.

Bagi para calon investor yang menginginkan keterlibatan dalam proyek-proyek yang menjanjikan, EKUID hadir sebagai platform securities crowdfunding yang resmi dan diawasi oleh OJK. Sebagai investor, Anda dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek berpotensi tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jangan lewatkan peluang ini untuk menjadi bagian dari komunitas investor yang cerdas dan mendiversifikasi portofolio Anda. Temukan proyek-proyek menarik di EKUID, platform securities crowdfunding berizin OJK, dan wujudkan investasi yang aman dan terpercaya.

2 Replies to “Mengenal Sistem Crowdlending di Indonesia: Pengertian, Bentuk, Sistem, dan…”

    1. Benar sekali, perlu ada campur tangan pemerintah dan instansi-instansi terkait guna mengenalkan dan juga membangun ekosistem crowdlending di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *