Asset Turnover Ratio: Perhitungan, Rumus, dan Analisisnya

3 min read

Pahami cara analisis dan perhitungan dari asset turnover ratio

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, efisiensi menjadi kunci kesuksesan. Salah satu indikator penting yang dapat mengukur efisiensi operasional perusahaan adalah Asset Turnover Ratio (ATR). Asset turnover ratio mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan.

Karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas secara mendalam mengenai analisis asset turnover ratio, mulai dari pengertian, cara menghitung, rumus, hingga analisis mendalam untuk memahami bagaimana rasio ini dapat membantu Anda dalam analisis investasi dan keuangan.


Pengertian Asset Turnover Ratio

Asset turnover ratio adalah rasio keuangan yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan. Rasio ini menunjukkan seberapa efektif aset perusahaan digunakan dalam menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya. Rasio ini sering digunakan oleh investor dan analis keuangan untuk menilai kinerja operasional perusahaan.

Secara sederhana, asset turnover ratio adalah jumlah pendapatan yang dihasilkan per unit aset yang dimiliki. Misalnya, jika suatu perusahaan memiliki asset turnover ratio sebesar 2, itu berarti setiap satu unit aset menghasilkan dua unit pendapatan.

Rumus dan Cara Menghitung Asset Turnover Ratio

Rumus dasar untuk menghitung asset turnover ratio adalah:

rumus menghitung asset turnover ratio, bagaimana cara menghitung rasio pengembalian dari aset?

Untuk menghitung asset turnover ratio, kita perlu dua komponen utama: pendapatan bersih dan total aset rata-rata.

  1. Pendapatan Bersih (Net Sales): Pendapatan bersih adalah total penjualan atau pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan selama periode tertentu, dikurangi dengan retur penjualan, diskon, dan tunjangan penjualan.
  2. Total Aset Rata-rata: Total aset rata-rata dihitung dengan mengambil rata-rata total aset pada awal dan akhir periode tertentu. Rumusnya adalah:

Contoh Perhitungan Asset Turnover Ratio

PT Maju Jaya memiliki pendapatan bersih sebesar Rp500 miliar pada tahun 2023. Total aset perusahaan pada awal tahun adalah Rp1.000 miliar, dan pada akhir tahun menjadi Rp1.200 miliar.

Rata-rata total aset = (Rp1.000 miliar + Rp1.200 miliar) / 2 = Rp1.100 miliar

ATR = Rp500 miliar / Rp1.100 miliar = 0,45

Artinya, setiap Rp1 aset yang dimiliki PT Maju Jaya mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,45 pada tahun 2023.

Nilai asset turnover ratio dapat bervariasi antar industri. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan ATR perusahaan dengan rata-rata industri atau perusahaan pesaing untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kinerja perusahaan.

ATR Tinggi: Menunjukkan bahwa perusahaan sangat efisien dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan memiliki manajemen aset yang baik dan mampu menghasilkan penjualan yang tinggi dengan investasi aset yang relatif rendah.

ATR Rendah: Menandakan bahwa perusahaan kurang efisien dalam memanfaatkan asetnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelebihan kapasitas produksi, manajemen persediaan yang buruk, atau piutang tak tertagih yang tinggi.

Analisis Asset Turnover Ratio

Analisis asset turnover ratio melibatkan evaluasi rasio ini dalam konteks industri, sejarah perusahaan, dan perbandingan dengan pesaing. Beberapa poin penting dalam analisis ini meliputi:

  1. Perbandingan Industri: Rasio perputaran aset bervariasi antar industri. Industri dengan aset tetap yang tinggi, seperti manufaktur dan transportasi, cenderung memiliki rasio yang lebih rendah dibandingkan dengan industri yang lebih berfokus pada jasa. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan rasio perusahaan dengan rata-rata industri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih akurat tentang kinerjanya.
  2. Tren Sejarah: Melihat tren rasio perputaran aset perusahaan dari waktu ke waktu dapat memberikan wawasan tentang bagaimana efisiensi penggunaan aset berubah. Peningkatan rasio dari tahun ke tahun menunjukkan perbaikan efisiensi, sedangkan penurunan rasio dapat menjadi tanda peringatan.
  3. Perbandingan dengan Pesaing: Membandingkan rasio perputaran aset perusahaan dengan pesaing langsungnya dapat memberikan gambaran tentang posisi relatif perusahaan dalam industrinya. Jika perusahaan memiliki rasio yang lebih tinggi dari pesaingnya, ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan.
  4. Pengaruh Aset Tetap dan Aset Lancar: Jenis aset yang dimiliki perusahaan juga mempengaruhi rasio ini. Perusahaan dengan aset tetap yang besar mungkin memiliki rasio yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki aset lancar yang lebih besar, karena aset tetap memerlukan investasi yang lebih besar dan tidak berputar secepat aset lancar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asset Turnover Ratio

Beberapa faktor dapat mempengaruhi asset turnover ratio, termasuk:

  1. Struktur Aset: Perusahaan dengan aset tetap yang tinggi, seperti pabrik dan peralatan, mungkin memiliki rasio yang lebih rendah karena aset ini memerlukan investasi besar dan tidak menghasilkan pendapatan secara langsung. Sebaliknya, perusahaan dengan aset lancar yang lebih besar, seperti persediaan dan piutang, mungkin memiliki rasio yang lebih tinggi.
  2. Efisiensi Operasional: Efisiensi dalam operasi bisnis, termasuk manajemen persediaan, proses produksi, dan distribusi, dapat meningkatkan rasio perputaran aset. Perusahaan yang mampu memaksimalkan penggunaan asetnya akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi relatif terhadap aset yang dimiliki.
  3. Strategi Penjualan: Strategi penjualan dan pemasaran juga berperan dalam mempengaruhi rasio ini. Perusahaan dengan strategi penjualan yang efektif dapat meningkatkan pendapatan tanpa perlu meningkatkan investasi dalam aset.
  4. Pertumbuhan Perusahaan: Perusahaan yang berada dalam fase pertumbuhan mungkin memiliki rasio yang lebih rendah karena mereka sedang berinvestasi dalam aset untuk mendukung pertumbuhan di masa depan. Sebaliknya, perusahaan yang sudah matang mungkin memiliki rasio yang lebih tinggi karena asetnya sudah dioptimalkan untuk menghasilkan pendapatan.

Kesimpulan

Memahami asset turnover ratio adalah langkah penting bagi setiap investor yang ingin mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan dan potensi pengembalian investasinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan, membantu dalam membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing dan standar industri. Tren rasio ini dari waktu ke waktu memungkinkan investor untuk mengevaluasi apakah perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasionalnya atau tidak, yang merupakan faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi.

Bagi para investor yang mencari platform untuk berinvestasi di berbagai sektor potensial dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), platform securities crowdfunding seperti EKUID adalah solusi ideal. EKUID mempermudah investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka dengan berinvestasi di sektor-sektor yang mampu memberikan return investasi hingga 15%. Platform securities crowdfunding tidak hanya menawarkan peluang investasi yang menarik tetapi juga membantu UMKM mendapatkan akses ke pendanaan yang diperlukan untuk berkembang.

Yuk Cek Berbagai Proyek Menarik di EKUID

Investasi menguntungkan saat suku bunga tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *