Apa Itu Right Issue? Pengertian, Cara Kerja, dan Tujuan Right Issue

7 min read

apa itu right issue? pahami keuntungan dan kerugian right issue bagi investor

Right issue adalah salah satu mekanisme yang digunakan oleh perusahaan publik untuk mengumpulkan dana tambahan dengan menawarkan saham baru kepada pemegang saham yang sudah ada. Mekanisme right issue sering kali digunakan sebagai alternatif pendanaan selain pinjaman bank atau penerbitan obligasi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif mengenai apa itu right issue, prosesnya, manfaatnya, serta dampaknya terhadap perusahaan dan investor.



Pengertian Right Issue

Right issue adalah sebuah mekanisme penggalangan dana yang sering digunakan oleh perusahaan publik, oleh sebab itu right issue juga disebut sebagai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Melalui proses right issue, perusahaan memberikan hak kepada pemegang saham yang sudah ada untuk membeli saham baru dengan harga yang biasanya lebih rendah dari harga pasar.

Dengan kata lain, right issue memberikan kesempatan kepada pemegang saham eksisting untuk membeli saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan dengan harga diskon.

Ini memberikan keuntungan ganda: perusahaan dapat mengumpulkan dana tambahan untuk keperluan ekspansi atau pembayaran utang, sementara pemegang saham dapat mempertahankan persentase kepemilikan mereka di perusahaan. Hal ini dilakukan dengan cara membeli saham tambahan sesuai dengan proporsi kepemilikan awal mereka, sehingga tidak terjadi pengenceran (dilusi) kepemilikan mereka.

Karena itu, right issue menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan modal perusahaan tanpa harus menarik investor baru yang dapat mengubah struktur kepemilikan. Ini juga menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap para pemegang saham eksistingnya dengan memberikan mereka prioritas dalam pembelian saham baru.

Proses Right Issue

Proses right issue melibatkan beberapa tahapan penting yang dirancang untuk memastikan bahwa pemegang saham yang ada mendapatkan kesempatan pertama untuk membeli saham baru dengan harga diskon. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses right issue:

  1. Pengumuman Right Issue: Langkah pertama dalam proses right issue adalah pengumuman resmi dari perusahaan mengenai rencana right issue. Pengumuman ini biasanya dilakukan melalui publikasi resmi di bursa efek dan media massa, mencakup informasi penting seperti jumlah saham yang akan diterbitkan, harga penerbitan, serta periode penawaran. Tujuan dari pengumuman ini adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada para pemegang saham dan calon investor mengenai rencana perusahaan.
  2. Penerbitan Hak (Rights): Setelah pengumuman dilakukan, perusahaan menerbitkan hak kepada pemegang saham eksisting untuk membeli saham baru. Hak ini disebut sebagai “rights” dan biasanya dapat diperdagangkan di pasar selama periode tertentu. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pemegang saham, memungkinkan mereka yang tidak ingin membeli saham tambahan untuk menjual hak mereka kepada pihak lain yang berminat.
  3. Periode Penawaran: Selama periode penawaran, pemegang saham harus memutuskan apakah akan menggunakan hak mereka untuk membeli saham baru atau menjual hak tersebut. Keputusan ini harus diambil dalam jangka waktu yang telah ditentukan, memberikan pemegang saham kesempatan untuk mempertimbangkan kondisi pasar dan strategi investasi mereka sendiri.
  4. Penutupan dan Penerbitan Saham Baru: Setelah periode penawaran berakhir, perusahaan menghitung jumlah saham yang telah dibeli oleh pemegang saham yang menggunakan hak mereka. Saham baru kemudian diterbitkan dan didistribusikan kepada pemegang saham yang telah berpartisipasi. Saham baru ini selanjutnya akan diperdagangkan di pasar saham seperti biasa, menambah jumlah saham yang beredar di pasar.

Dengan mengikuti proses ini, perusahaan dapat mengumpulkan dana tambahan yang diperlukan untuk berbagai tujuan seperti ekspansi bisnis atau pelunasan utang. Sementara itu, pemegang saham memiliki kesempatan untuk mempertahankan persentase kepemilikan mereka atau memperoleh keuntungan dari menjual hak mereka. Proses right issue tidak hanya memperkuat posisi keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi pemegang saham dan calon investor.

Tujuan Right Issue

Right issue biasanya dilakukan perusahaan dengan beberapa tujuan, diantaranya:

  1. Meningkatkan Modal Kerja: Dana hasil right issue dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional dan strategi bisnis perusahaan, seperti ekspansi bisnis, akuisisi, atau proyek baru. Dengan tambahan modal ini, perusahaan dapat memperluas kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, atau memasuki pasar baru.
  2. Membayar Utang: Dana hasil right issue dapat digunakan untuk melunasi utang perusahaan, sehingga meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan. Dengan pengurangan beban utang, perusahaan dapat mengurangi biaya bunga dan meningkatkan profitabilitas, serta memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio).
  3. Meningkatkan Likuiditas Saham: Right issue dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar, sehingga meningkatkan likuiditas saham perusahaan. Likuiditas yang lebih tinggi membuat saham lebih menarik bagi investor, karena lebih mudah untuk membeli dan menjual saham di pasar terbuka.
  4. Menjaga Kepemilikan Pemegang Saham Lama: Right issue memungkinkan pemegang saham lama untuk mempertahankan proporsi kepemilikan mereka di perusahaan meskipun ada penerbitan saham baru. Dengan menawarkan hak untuk membeli saham baru terlebih dahulu kepada pemegang saham eksisting, perusahaan memastikan bahwa kepemilikan mereka tidak terdilusi.

Dengan memenuhi tujuan-tujuan tersebut, right issue tidak hanya membantu perusahaan dalam mengumpulkan dana tambahan yang dibutuhkan, tetapi juga memperkuat posisi keuangan dan operasional perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Istilah Penting dalam Right Issue

Right issue melibatkan beberapa istilah penting yang perlu dipahami oleh investor dan perusahaan untuk navigasi proses ini dengan baik. Berikut adalah beberapa istilah kunci dalam right issue:

  1. Rasio Right Issue: Ini adalah proporsi antara jumlah saham lama yang dimiliki dan jumlah saham baru yang berhak dibeli oleh pemegang saham. Misalnya, rasio 1:4 berarti untuk setiap 1 saham lama yang dimiliki, pemegang saham berhak membeli 4 saham baru. Rasio ini menentukan berapa banyak saham tambahan yang dapat dibeli oleh pemegang saham eksisting, sehingga mereka dapat menghitung dengan tepat jumlah modal tambahan yang perlu mereka sediakan.
  2. Tanggal Cum-Right (Cum-Date): Ini adalah batas waktu di mana seorang investor harus telah terdaftar sebagai pemegang saham untuk mendapatkan hak right issue. Jika seorang investor membeli saham sebelum atau pada tanggal cum-right, mereka akan menerima hak untuk membeli saham baru. Setelah tanggal ini, hak tersebut tidak akan diberikan kepada pembeli saham berikutnya.
  3. Tanggal Ex-Right (Ex-Date): Ini adalah tanggal di mana saham diperdagangkan tanpa hak right issue. Pada tanggal ini, harga saham biasanya akan disesuaikan secara turun untuk mencerminkan hak right issue yang telah terpisah. Ex-date penting untuk diingat karena menentukan siapa yang berhak mendapatkan hak right issue.
  4. Standby Buyer: Ini adalah pihak yang berkomitmen untuk membeli saham baru yang tidak terserap selama periode HMETD. Standby buyer biasanya adalah investor institusi atau pihak ketiga yang dipercaya oleh perusahaan untuk memastikan bahwa seluruh saham baru terjual. Kehadiran standby buyer memberikan jaminan bahwa perusahaan akan berhasil mengumpulkan dana yang diharapkan, meskipun tidak semua pemegang saham eksisting memanfaatkan hak mereka.

Contoh Kasus Right Issue

Misalkan PT ABC melakukan right issue dengan rasio 2:5. Artinya, setiap pemegang 2 saham lama PT ABC berhak untuk membeli 5 saham baru dengan harga Rp 1.000 per saham, yang merupakan harga di bawah harga pasar saat ini.

Budi, seorang investor yang memegang 100 saham PT ABC, berhak untuk membeli sebanyak 250 saham baru (100 saham / 2 * 5 = 250 saham). Jika Budi memutuskan untuk menggunakan haknya, ia perlu menyediakan dana sebesar 250 saham * Rp 1.000 = Rp 250.000 untuk membeli saham baru.

Namun, jika Budi memilih untuk tidak membeli saham baru, ia memiliki opsi lain. Ia dapat menjual haknya (HMETD) di pasar sekunder kepada investor lain yang berminat membeli saham baru PT ABC dengan harga diskon. Jika Budi tidak menjual haknya dan membiarkan hak tersebut hangus, kepemilikannya di PT ABC akan terdilusi, karena jumlah saham beredar meningkat sementara kepemilikan saham Budi tetap sama.

Keuntungan dan Kerugian Right Issue

Right issue bagaikan pisau bermata dua yang memberikan keuntungan sekaligus kerugian baik bagi perusahaan maupun investor. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian right issue:

Keuntungan Right Issue

Bagi Investor

  1. Membeli Saham dengan Harga Diskon: Investor diberikan hak untuk membeli saham baru dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini, memberikan kesempatan untuk memperoleh saham dengan nilai yang lebih murah.
  2. Meningkatkan Potensi Keuntungan: Jika harga saham perusahaan naik setelah right issue, investor berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena mereka membeli saham baru dengan harga diskon.
  3. Menjaga Kepemilikan Saham: Investor dapat mempertahankan proporsi kepemilikan mereka di perusahaan meskipun ada penerbitan saham baru. Ini penting untuk menjaga pengaruh dan hak suara mereka dalam perusahaan.

Bagi Perusahaan

  1. Mendapatkan Modal Tanpa Utang: Dana yang diperoleh dari right issue tidak perlu dibayarkan kembali seperti pinjaman, sehingga tidak menambah beban utang perusahaan dan menjaga struktur modal yang sehat.
  2. Meningkatkan Kepercayaan Investor: Right issue menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan jangka panjang dan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap manajemen dan strategi perusahaan. Ini juga menunjukkan transparansi dan niat baik perusahaan untuk melibatkan pemegang saham dalam proses penggalangan dana.

Kerugian Right Issue

Bagi Investor

  1. Dilusi Keuntungan: Penerbitan saham baru dapat menipiskan keuntungan per saham (Earnings Per Share atau EPS) di masa depan, karena laba bersih perusahaan harus dibagi dengan jumlah saham yang lebih besar.
  2. Keharusan Menanamkan Modal Tambahan: Investor perlu menyediakan modal tambahan untuk membeli saham baru jika mereka ingin mempertahankan proporsi kepemilikan mereka. Ini bisa menjadi beban tambahan bagi investor, terutama jika mereka tidak memiliki likuiditas yang cukup.

Bagi Perusahaan

  1. Biaya Penerbitan: Proses right issue melibatkan biaya penerbitan yang tidak sedikit, termasuk biaya administrasi, biaya hukum, dan biaya pemasaran. Biaya ini dapat mengurangi jumlah bersih dana yang diperoleh dari right issue.
  2. Penurunan Harga Saham Jangka Pendek: Pengumuman right issue sering kali menyebabkan penurunan harga saham perusahaan dalam jangka pendek, karena adanya peningkatan jumlah saham yang beredar dan potensi dilusi. Penurunan ini bisa mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan dalam jangka pendek.

Dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian tersebut, perusahaan dan investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai partisipasi dan pelaksanaan right issue. Bagi perusahaan, right issue dapat menjadi alat yang efektif untuk mengumpulkan dana tanpa menambah utang, sementara bagi investor, partisipasi dalam right issue dapat menawarkan peluang untuk membeli saham dengan harga diskon dan mempertahankan kepemilikan mereka.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Investor dalam Right Issue

Sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam right issue, investor sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal penting berikut:

  1. Tujuan Right Issue Ketahui dengan jelas mengapa perusahaan menggunakan dana hasil right issue. Apakah dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis, membayar utang, atau proyek strategis lainnya? Pastikan tujuan ini sesuai dengan ekspektasi dan keyakinan Anda terhadap masa depan perusahaan. Misalnya, jika dana digunakan untuk ekspansi yang menjanjikan peningkatan pendapatan, ini bisa menjadi tanda positif.
  2. Kondisi Perusahaan Lakukan analisis mendalam terhadap kesehatan keuangan perusahaan saat ini serta prospeknya di masa depan. Periksa laporan keuangan terbaru, rasio keuangan penting seperti rasio utang terhadap ekuitas, dan performa laba bersih. Pastikan perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang baik atau memiliki strategi yang solid untuk memperbaiki posisinya.
  3. Harga Saham Pertimbangkan apakah harga saham yang ditawarkan dalam right issue cukup menarik dibandingkan dengan prospek harga saham perusahaan di masa depan. Bandingkan harga right issue dengan harga pasar saat ini dan evaluasi apakah diskon yang diberikan cukup signifikan. Juga, perhatikan analisis pasar dan proyeksi pertumbuhan perusahaan untuk menentukan apakah harga saham akan meningkat setelah right issue.
  4. Dampak Dilusi Jika investor tidak membeli seluruh saham baru yang ditawarkan, kepemilikan mereka di perusahaan akan terdilusi, yang berarti persentase kepemilikan mereka berkurang. Ini dapat mempengaruhi hak suara dan pengaruh mereka di perusahaan. Pertimbangkan seberapa besar dampak dilusi ini terhadap posisi Anda dan apakah Anda siap untuk menambah modal untuk mempertahankan persentase kepemilikan Anda.

Kesimpulan

Right issue adalah salah satu mekanisme penggalangan dana yang memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan dan investor. Dengan menawarkan saham baru kepada pemegang saham eksisting dengan harga diskon, perusahaan dapat mengumpulkan modal tambahan yang diperlukan untuk ekspansi, pelunasan utang, atau proyek strategis lainnya. Bagi investor, partisipasi dalam right issue dapat memberikan peluang untuk membeli saham dengan harga lebih rendah dan mempertahankan persentase kepemilikan mereka.

Namun, sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam right issue, investor harus mempertimbangkan beberapa hal penting seperti tujuan right issue, kondisi keuangan perusahaan, harga saham, dan potensi dilusi. Karena itu, investor perlu melakukan diversifikasi untuk membantu investor memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko.

Sebagai platform securities crowdfunding, EKUID hadir untuk mempermudah investor dalam berinvestasi di berbagai sektor potensial dan UMKM. Dengan return investasi hingga 15%, EKUID menawarkan peluang diversifikasi yang menarik dan berpotensi menguntungkan.

Melalui EKUID, Anda dapat mengeksplorasi berbagai peluang investasi yang dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi portofolio Anda, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan UMKM di Indonesia. Bergabunglah dengan EKUID dan jadilah bagian dari komunitas investor yang mendukung perkembangan usaha-usaha potensial di tanah air.

Yuk Cek Berbagai Proyek Menarik di EKUID

Investasi menguntungkan saat suku bunga tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *