Stock Split Adalah: Kelebihan dan Kekurangan Stock Split Bagi Investor

4 min read

penyebab stock split, bagaimana cara stock split?

Stock split adalah fenomena yang sering terjadi di pasar saham dan memiliki dampak signifikan bagi perusahaan serta investor. Artikel ini akan membahas secara rinci apa itu stock split, mengapa perusahaan melakukannya, bagaimana dampaknya bagi investor, serta contoh-contoh stock split di Indonesia.


Apa Itu Stock Split?

Stock split adalah tindakan perusahaan untuk memecah sahamnya menjadi beberapa bagian dengan tujuan mengurangi harga per saham tanpa mengubah nilai total investasi pemegang saham. Misalnya, dalam stock split 2-for-1, setiap saham yang dimiliki investor akan menjadi dua saham, sementara harga per saham akan menjadi setengahnya. Secara matematis, nilai total investasi tetap sama karena penurunan harga saham diimbangi dengan peningkatan jumlah saham.

Rasio Stock Split

Rasio stock split menunjukkan perbandingan antara jumlah saham baru yang diterbitkan dengan jumlah saham lama yang ada. Beberapa rasio stock split yang umum digunakan antara lain:

  • 2:1: Setiap saham lama akan dipecah menjadi dua saham baru.
  • 3:1: Setiap saham lama akan dipecah menjadi tiga saham baru.
  • 5:1: Setiap saham lama akan dipecah menjadi lima saham baru.

Semakin besar rasio stock split, semakin banyak jumlah saham yang beredar dan semakin rendah harga per saham. Misalnya, jika suatu saham dengan harga Rp10.000 per lembar mengalami stock split 2:1, maka harga per saham akan menjadi Rp5.000, dan jumlah saham yang dimiliki investor akan menjadi dua kali lipat.

Reverse Stock Split

Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split. Dalam reverse stock split, perusahaan menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Misalnya, dalam reverse stock split dengan rasio 1:10, setiap sepuluh saham lama akan digabungkan menjadi satu saham baru dengan nilai nominal sepuluh kali lipat dari saham lama.

Reverse stock split biasanya dilakukan oleh perusahaan yang harga sahamnya terlalu rendah dan berisiko delisting dari bursa efek. Dengan meningkatkan harga saham per lembar, perusahaan berharap dapat memenuhi persyaratan bursa dan menghindari delisting.

Perbedaan Stock Split dengan Stock Dividend

Stock split dan stock dividend seringkali disamakan karena keduanya sama-sama meningkatkan jumlah saham yang dimiliki investor. Namun, ada perbedaan mendasar antara keduanya:

FiturStock SplitStock Dividend
MekanismePemecahan saham lama menjadi beberapa saham baruPenerbitan saham baru sebagai dividen kepada pemegang saham
Nilai Nominal SahamBerkurangTetap
Modal DisetorTetapBertambah
Dampak pada Kepemilikan InvestorJumlah saham bertambah, nilai kepemilikan tetapJumlah saham bertambah, nilai kepemilikan bertambah
TujuanMeningkatkan likuiditas saham, menurunkan harga per sahamMemberikan penghargaan kepada pemegang saham, meningkatkan modal disetor

Stock split tidak mengubah nilai total kepemilikan investor, sedangkan stock dividend meningkatkan nilai total kepemilikan investor karena adanya penerbitan saham baru.

Dengan memahami perbedaan antara stock split, reverse stock split, dan stock dividend, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan terhindar dari kesalahpahaman.

Penyebab Perusahaan Melakukan Stock Split

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan memutuskan untuk melakukan stock split, berikut beberapa tujuan stock split:

1. Menurunkan Harga Saham

Salah satu alasan utama adalah untuk menurunkan harga per saham agar lebih terjangkau bagi investor individu. Harga saham yang terlalu tinggi bisa menghalangi investor ritel untuk membeli saham tersebut, sehingga dengan menurunkan harga per saham melalui stock split, perusahaan dapat menarik lebih banyak investor.

2. Meningkatkan Likuiditas

Stock split dapat meningkatkan likuiditas saham. Dengan lebih banyak saham yang beredar di pasar, akan lebih mudah bagi investor untuk membeli dan menjual saham tersebut. Likuiditas yang tinggi umumnya dianggap sebagai indikator positif karena menunjukkan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan.

3. Persepsi Positif di Pasar

Perusahaan yang melakukan stock split sering kali dianggap sebagai perusahaan yang sedang tumbuh dan memiliki kinerja baik. Hal ini dapat meningkatkan persepsi positif di pasar dan menarik minat investor.

4. Menyesuaikan Harga Saham dengan Standar Industri

Beberapa perusahaan mungkin melakukan stock split untuk menyesuaikan harga saham mereka dengan standar industri. Misalnya, jika harga saham perusahaan jauh lebih tinggi dari harga saham perusahaan lain dalam sektor yang sama, stock split dapat membuat harga saham tersebut lebih sebanding.

Dampak Stock Split bagi Investor

Stock split memberikan beberapa dampak bagi investor, berikut dampak-dampak stock split yang harus Anda pahami dengan baik:

1. Tidak Mengubah Nilai Investasi

Hal pertama yang perlu dipahami investor adalah bahwa stock split tidak mengubah nilai total investasi mereka. Meskipun jumlah saham yang mereka miliki meningkat, harga per saham turun secara proporsional, sehingga nilai total investasi tetap sama.

2. Potensi Peningkatan Harga Saham

Meskipun secara teoritis stock split tidak mempengaruhi nilai investasi, dalam praktiknya sering terjadi peningkatan harga saham setelah stock split. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya minat investor dan likuiditas yang lebih tinggi.

3. Perubahan dalam Keputusan Investasi

Stock split dapat mempengaruhi keputusan investasi. Investor mungkin merasa lebih mudah untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah, yang dapat meningkatkan permintaan dan harga saham di masa depan.

4. Dampak pada Strategi Dividen

Bagi investor yang fokus pada dividen, stock split dapat mempengaruhi pembayaran dividen per saham. Namun, karena jumlah saham meningkat, pembayaran total dividen biasanya tidak berubah.

Stock Split di Indonesia

Di Indonesia, stock split cukup umum dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa perusahaan besar seperti BCA, Unilever, dan Telkom pernah melakukan stock split dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa stock split masih menjadi strategi yang relevan bagi perusahaan Indonesia untuk meningkatkan likuiditas saham dan menarik investor. Berikut beberapa contoh perusahaan yang telah melakukan stock split dan dampaknya:

1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Unilever Indonesia melakukan stock split dengan rasio 5:1 pada tahun 2019. Langkah ini bertujuan untuk menurunkan harga saham agar lebih terjangkau bagi investor ritel. Setelah stock split, saham UNVR menjadi lebih likuid dan menarik bagi investor, yang pada akhirnya mendorong peningkatan harga saham.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Bank Central Asia (BCA) melakukan stock split dengan rasio 1:5 pada tahun 2018. Sebelum stock split, harga saham BCA sangat tinggi, sehingga stock split ini membantu meningkatkan partisipasi investor ritel. Hasilnya, likuiditas saham BCA meningkat secara signifikan.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Indofood CBP melakukan stock split dengan rasio 1:5 pada tahun 2020. Langkah ini diambil untuk membuat saham ICBP lebih menarik bagi investor ritel dan meningkatkan likuiditas di pasar saham. Stock split ini diikuti dengan peningkatan harga saham dalam beberapa bulan berikutnya.

Kesimpulan

Stock split adalah strategi perusahaan untuk meningkatkan keterjangkauan dan likuiditas sahamnya di pasar. Meskipun tidak mengubah nilai total investasi, stock split dapat meningkatkan minat investor dan potensi kenaikan harga saham di masa depan. Di Indonesia, praktik stock split sudah umum dilakukan oleh berbagai perusahaan besar dengan hasil yang positif.

Bagi investor yang tertarik untuk mengembangkan portofolio mereka, memahami stock split dan dampaknya merupakan bagian penting dari strategi investasi. Selain berinvestasi di pasar saham, diversifikasi investasi melalui platform securities crowdfunding seperti EKUID bisa menjadi pilihan yang cerdas. EKUID mempermudah investor untuk berinvestasi ke berbagai sektor potensial dan UMKM yang bisa memberikan return investasi hingga 15%. Dengan diversifikasi ini, Anda bisa mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan investasi Anda.

Jadi, jika Anda ingin memperluas peluang investasi Anda, pertimbangkan untuk bergabung dengan EKUID dan mulai berinvestasi ke berbagai sektor yang menjanjikan. Dengan EKUID, investasi menjadi lebih mudah dan menguntungkan. Bergabunglah sekarang dan rasakan manfaat dari diversifikasi investasi yang cerdas!

Yuk Cek Berbagai Proyek Menarik di EKUID

Investasi menguntungkan saat suku bunga tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *