Memahami Apa Itu Disposable Income dan Bedanya dengan Personal Income

4 min read

pahami apa itu disposable income dan bagaimana cara menghitungnya

Dalam mengatur keuangan, disposable income adalah salah satu bagian penting yang perlu dipahami dengan baik agar kita dapat mengatur alokasi dana yang kita miliki. Hal ini karena disposable income adalah pendapatan bersih yang harus diatur dengan baik agar mempermudah Anda mencapai tujuan keuangan. Oleh sebab itu, mari kita bahas lebih lanjut tentang apa itu disposable income, manfaat, dan cara menghitung disposable income.

Apa Itu Disposable Income?

Sebelum kita jauh membahas bagaimana mengatur disposable income, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan disposable income.

Setiap bulan, gaji adalah salah satu sumber pendapatan utama bagi banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa gaji yang diterima tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi? Ada bagian yang perlu dialokasikan untuk pajak langsung, sehingga menyisakan disposable Income atau pendapatan yang dapat dibelanjakan.

Disposable income adalah konsep yang merujuk pada total pendapatan pribadi yang telah dikurangi oleh pajak langsung. Pajak langsung sendiri merupakan pungutan yang harus dibayarkan oleh individu secara langsung dan tidak dapat dipindahkan ke pihak lain seperti; Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penghasilan (PPh), dan Pajak Kendaraan Bermotor.

Dengan kata lain, disposable income adalah sisa bersih dari pendapatan yang diterima setelah dipotong pajak. Sisa pendapatan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta sebagian dapat dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Mengetahui jumlah disposable income sangat penting dalam mengatur pengeluaran bulanan.

Tidak hanya berperan dalam kebutuhan individu, disposable income juga memiliki implikasi yang signifikan dalam konteks bisnis dan perekonomian suatu negara. Konsep ini menjadi indikator utama dalam menentukan daya beli dan konsumsi rumah tangga dalam masyarakat.

Jika disposable income meningkat dari tahun ke tahun, maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga cenderung meningkat. Peningkatan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi bisnis serta pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.

Perbedaan Antara Disposable Income dan Personal Income

Personal income merujuk pada total pendapatan yang diterima oleh setiap individu dalam masyarakat. Ini mencakup semua pendapatan yang diperoleh individu dari berbagai sumber, seperti gaji, upah, bonus dari pekerjaan, dividen dari investasi, dan pendapatan dari bisnis atau kegiatan lainnya sebelum pemotongan pajak. Singkatnya, personal income adalah pendapatan kotor sebelum pemotongan pajak dan pengeluaran lainnya.

Rumus untuk menghitung personal income adalah:

Personal income = NNI (Net National Income) + transfer payment – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak perseroan).

Perbedaan antara disposable income dan personal income terletak pada penggunaannya. Disposable income adalah jumlah uang yang tersisa setelah dipotong pajak dari pendapatan pribadi individu. Ini adalah pendapatan bersih yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti belanja rutin, tagihan, atau tabungan. Sementara personal income adalah pendapatan kotor sebelum pemotongan pajak dan pengeluaran lainnya, yang belum siap digunakan untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian, disposable income merupakan subkategori dari personal income yang mencerminkan pendapatan yang tersedia untuk digunakan individu setelah pemotongan pajak dan pengeluaran lainnya.

Cara Menghitung Disposable Income

Disposable income adalah jumlah uang yang tersisa setelah dipotong pajak dari pendapatan individu. Cara menghitung disposable income relatif sederhana.

Pertama, identifikasi pendapatan bruto individu, termasuk gaji, bonus, dan pendapatan lainnya sebelum pajak. Selanjutnya, kurangkan jumlah pajak yang harus dibayar dari pendapatan bruto tersebut. Ini mencakup pajak penghasilan federal, pajak negara bagian (jika berlaku), serta kontribusi ke program sosial seperti asuransi sosial dan Medicare.

Setelah dipotong pajak, jumlah yang tersisa adalah disposable income. Ini adalah uang yang dapat digunakan individu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, berinvestasi, menyimpan, atau menghabiskan untuk keperluan hiburan. Memahami disposable income penting karena itu memengaruhi daya beli individu dan dapat memberikan indikasi tentang keadaan ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan finansial mereka.

Untuk mengetahui besarnya disposable income yang diperoleh tiap bulan, kamu dapat
melakukannya dengan mengikuti rumus ini :

Disposable Income = Pendapatan Pribadi (Personal Income) – Pajak Langsung

Rumus menghitung disposable income

Dengan mengetahui disposable income yang diperoleh tiap bulan, kamu dengan mudah
mengatur anggaran yang akan kamu keluarkan.

Manfaat Disposable Income

Manfaat disposable income yang signifikan mencakup beberapa aspek penting dalam pengelolaan keuangan individu dan dalam analisis ekonomi makro:

  1. Pengaturan Keuangan Pribadi: Disposable income memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa banyak uang yang tersedia bagi individu setelah pemotongan pajak dan pengeluaran lainnya. Dengan memahami disposable income mereka, individu dapat membuat rencana keuangan yang lebih terstruktur, mengalokasikan dana untuk pengeluaran rutin, pembayaran tagihan, serta menabung atau berinvestasi untuk keperluan masa depan. Ini membantu meningkatkan pengelolaan keuangan pribadi dan mengurangi kemungkinan masalah keuangan di masa depan.
  2. Menentukan Gaya Hidup: Disposable income juga memainkan peran penting dalam menentukan gaya hidup individu. Ini adalah ukuran langsung dari kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka setelah mempertimbangkan kewajiban keuangan lainnya. Dengan disposable income yang lebih tinggi, individu memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk mengejar gaya hidup yang lebih mewah atau mengalokasikan lebih banyak uang untuk hobi, liburan, atau kegiatan sosial.
  3. Indikator Ekonomi: Secara agregat, disposable income menjadi indikator penting dalam analisis ekonomi makro. Tingkat disposable income masyarakat mencerminkan daya beli kolektif mereka dan konsumsi rumah tangga. Peningkatan disposable income secara keseluruhan dapat memicu pertumbuhan ekonomi karena masyarakat memiliki lebih banyak uang untuk menghabiskan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan permintaan akan barang dan jasa. Sebaliknya, penurunan disposable income dapat mengindikasikan penurunan daya beli dan potensi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Dengan memahami manfaat disposable income, baik individu maupun pengambil kebijakan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan finansial pribadi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Disposable Income

Faktor-faktor yang mempengaruhi disposable income tidak hanya terbatas pada pajak, tetapi juga mencakup beberapa elemen lainnya yang berdampak signifikan terhadap pendapatan bersih individu. Berikut adalah beberapa faktor penting yang memengaruhi disposable income:

  1. Tingkat Inflasi: Inflasi merujuk pada kenaikan umum harga barang dan jasa secara terus-menerus. Ketika tingkat inflasi tinggi, daya beli uang menurun, sehingga nilai nominal pendapatan individu juga dapat terkikis. Meskipun pendapatan individu mungkin tetap sama, kemampuan mereka untuk membeli barang dan jasa tertentu mungkin berkurang, mengakibatkan disposable income yang efektif menjadi lebih rendah.
  2. Suku Bunga: Suku bunga, baik suku bunga pinjaman maupun suku bunga tabungan, juga dapat mempengaruhi disposable income individu. Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan biaya pinjaman, seperti hipotek atau pinjaman pribadi, yang dapat mengurangi jumlah uang yang tersedia setelah pembayaran cicilan. Di sisi lain, suku bunga yang rendah dapat meningkatkan penghasilan bunga dari tabungan dan investasi, meningkatkan disposable income secara keseluruhan.
  3. Kondisi Ekonomi Makro: Kondisi ekonomi secara keseluruhan, termasuk tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas pasar keuangan, juga berdampak pada disposable income. Saat kondisi ekonomi membaik dan tingkat pengangguran menurun, individu cenderung memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan disposable income mereka. Sebaliknya, saat kondisi ekonomi memburuk, dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat, disposable income individu dapat terpengaruh negatif.
  4. Kenaikan Harga Energi dan Komoditas: Kenaikan harga energi dan komoditas, seperti minyak, gas, dan bahan pangan, juga dapat mengurangi disposable income individu. Kenaikan harga ini dapat meningkatkan biaya hidup sehari-hari, mengakibatkan individu harus mengalokasikan lebih banyak uang untuk kebutuhan dasar, seperti transportasi dan makanan, yang pada gilirannya dapat mengurangi jumlah uang yang tersedia untuk kebutuhan lainnya.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, individu dapat lebih memahami bagaimana perubahan dalam kondisi ekonomi dan faktor lainnya dapat mempengaruhi disposable income mereka, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola keuangan mereka secara efektif.

Penutup

Penting untuk diingat bahwa disposable income tidak hanya memengaruhi keputusan keuangan individu, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi secara keseluruhan. Meskipun faktor-faktor seperti pajak, inflasi, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi jumlah uang yang tersedia untuk digunakan individu, ada juga cara untuk mengoptimalkan penggunaan disposable income dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

EKUID adalah platform securities crowdfunding yang inovatif yang menawarkan kesempatan kepada investor untuk berinvestasi dalam berbagai sektor yang potensial, termasuk UMKM, properti, teknologi, dan banyak lagi. Dengan potensi return investasi hingga 15%, EKUID merupakan pilihan yang menarik untuk diversifikasi portofolio Anda.

Dengan demikian, Anda tidak hanya dapat mengoptimalkan penggunaan disposable income Anda, tetapi juga memperluas peluang investasi Anda dengan cara yang lebih mudah dan terjangkau.

Yuk Cek Berbagai Proyek Menarik di EKUID

Investasi menguntungkan saat suku bunga tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *