Sertijab ALUDI 2026–2029: Momentum Perkuat Ekosistem Securities Crowdfunding Nasional

1 min read

n semangat gotong royong. Menjaga minat dan kepercayaan publik terhadap industri keuangan nasional. Menjembatani kesenjangan talenta (talent gap) di sektor industri keuangan digital. Keempat fokus tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi industri SCF terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam mendukung sektor riil dan pelaku usaha produktif. Dukungan EKUID terhadap Penguatan Industri Sebagai platform securities crowdfunding yang berizin dan diawasi oleh OJK, EKUID menyambut positif kepengurusan baru ALUDI. EKUID memandang bahwa kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan penyelenggara platform merupakan kunci dalam menjaga pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang kuat, transparansi informasi, serta kurasi proyek yang ketat, industri SCF dapat terus berkembang tanpa mengabaikan perlindungan investor. Momentum Sertijab ALUDI 2026–2029 diharapkan menjadi titik penguatan baru bagi industri layanan urun dana Indonesia, sehingga mampu berkontribusi lebih besar dalam menjaga fundamental ekonomi nasional tetap solid dan inklusif di masa mendatang.

JAKARTA – Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepengurusan baru Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) periode 2026–2029 menjadi momentum strategis dalam memperkuat fondasi industri layanan urun dana berbasis teknologi informasi di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Februari 2026 tersebut menandai transisi kepemimpinan dari pengurus sebelumnya kepada jajaran pengurus baru yang akan memimpin arah kebijakan asosiasi selama tiga tahun ke depan. Pergantian kepengurusan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri Securities Crowdfunding (SCF) di tengah dinamika ekonomi global.

Di tengah fluktuasi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sepanjang 2025, industri SCF justru menunjukkan pertumbuhan yang positif. Total penghimpunan dana industri meningkat signifikan dari Rp1,53 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp2,04 triliun per Februari 2026.

Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan jumlah penerbit (UMKM) sebesar 33%, dari 804 entitas menjadi 1.073 entitas. Selain itu, sektor Syariah kini mendominasi pendanaan dengan kontribusi mencapai Rp1,14 triliun atau lebih dari 56% total penghimpunan dana industri.

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap model pembiayaan alternatif yang transparan dan berbasis teknologi.

Dalam momentum Sertijab, pengurus baru menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat ekosistem layanan urun dana melalui kolaborasi, edukasi, dan pengawasan yang berkelanjutan. ndustri layanan urun dana melalui penawaran efek berbasis teknologi informasi dinilai harus terus dibangun secara sistematis, dengan memperluas literasi keuangan masyarakat, meningkatkan kualitas informasi, mempererat sinergi antar platform, serta memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif.

Sebagai industri yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor.

Empat Fokus Strategis Kepengurusan Baru

Kepengurusan ALUDI periode 2026–2029 menetapkan empat fokus utama yang menjadi prioritas industri:

  1. Mendorong pertumbuhan UMKM dan startup melalui pemanfaatan teknologi pembiayaan digital.
  2. Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan semangat gotong royong.
  3. Menjaga minat dan kepercayaan publik terhadap industri keuangan nasional.
  4. Menjembatani kesenjangan talenta (talent gap) di sektor industri keuangan digital.

Keempat fokus tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi industri SCF terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam mendukung sektor riil dan pelaku usaha produktif.

EKUID memandang bahwa kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan penyelenggara platform merupakan kunci dalam menjaga pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang kuat, transparansi informasi, serta kurasi proyek yang ketat, industri SCF dapat terus berkembang tanpa mengabaikan perlindungan investor.

Momentum Sertijab ALUDI 2026–2029 diharapkan menjadi titik penguatan baru bagi industri layanan urun dana Indonesia, sehingga mampu berkontribusi lebih besar dalam menjaga fundamental ekonomi nasional tetap solid dan inklusif di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *